• Breaking News

    PON Papua Berpacu Dengan Waktu



    Persiapan gelaran Pesta Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua terus berpacu dengan waktu. Kendati pesta olahraga multievent ini telah ditunda pada 2 Oktober hingga 13 Oktober 2021, persiapannya terus digenjot karena sempat terganggu akibat pandemi virus korona atau Covid-19.

    Penundaan selama setahun itu tak dipandang sebagai hal yang negatif. Justru tuan rumah dan atlet-atlet peserta PON kini memiliki waktu lebih panjang dalam persiapan sehingga bisa tampil maksimal tahun depan. Sedinya, PON Papua digelar pada 20 Oktober-2 November 2020.

    “Dengan mempertimbangkan informasi dari banyak pihak, kami tunda pelaksanaan PON hingga Oktober 2021. Saat penyelenggaraan pada tahun 2021 kita sudah di posisi yang sangat siap,” ujar Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

    Dalam sejarah olahraga nasional, penundaan PON kali ini menjadi yang kedua setelah edisi VII. Saat itu Banjarmasin tak sanggup menjadi tuan rumah 1968, sehingga akhirnya dipindahkan ke Surabaya pada 1969. Edisi sebelumnya, di Jakarta malah harus dibatalkan karena situasi tak kondusif akibat G30S di 1965.

    Menpora sendiri mengatakan penundaan PON 2020 merupakan langkah terbaik di situasi saat ini. Pandemi Covid-19 membuat segala persiapan tak maksimal, baik bagi tuan rumah maupun 33 kontingen lainnya.

    Tuan rumah dipastikan bakal kesulitan menyelesaikan venue karena progres pembangunan infrastruktur berjalan lambat akibat korona. Selain itu, mereka juga kesulitan melakukan pengadaan peralatan pertandingan karena sebagian besar alat didatangkan dari luar negeri. Belum lagi terkait kurs dollar yang melambung terhadap rupiah saat ini.

    “KONI akan segera melakukan penyesuaian-penyesuaian yang terkait dengan tahapan-tahapan penyelenggaraan PON itu sendiri,” ujar Marciano.

    Terkait jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, Yunus memastikan tidak akan berubah dari 37 cabor. PB PON juga memastikan pembangunan venue bisa berjalan, tetapi dia meminta dimaklumi jika progresnya lebih lambat dari biasanya.

    Pihak KONI Pusat telah mengusulkan agar nama resmi atau nomenklatur PON Papua diubah dari yang sebelumnya PON XX Tahun 2020 menjadi PON XX Tahun 2021.

    Tidak ada komentar

    iklan

    TesTer