• Breaking News

    KONI Sulsel Target Peringkat 10 di PON Papua 2021




    Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulsel, Ellong Tjandra optimistis, kontingen Sulsel dapat meraih hasil menggembirakan PON Papua 2021. Bahkan ia percaya, Sulsel bisa menembus peringkat 10 di ajang empat tahunan itu, seperti target yang dicanangkan.

    Hal itu disampaikan Ellong saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas pelatih, asisten pelatih dan mekanik cabang olahraga se-Sulsel.

    "Kita (Sulsel) pernah ranking 7, ranking 6 bahkan ranking 4 menggeser posisi Provinsi Jawa Barat di tahun 1984 dan saat itu saya adalah pelaku yang menjadi saksi Provinsi Sulsel meraih ranking di posisi 4," katanya.

    Menurutnya, target Sulsel masuk jajaran 10 besar itu sebagai bentuk komitmen KONI Sulsel atas harapan Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah. Di mana, Gubernur berharap agar prestasi Sulsel meningkat di PON Papua 2021.

    Pada PON 19 Jawa Barat 2016 lalu, Sulsel meraih peringkat 12, pada PON 18 di Riau tahun 2012, Sulsel meraih peringkat 7. Sementara pada PON 17 di Kaltim tahun 2008, Sulsel peringkat 6. Lalu pada PON 16 di Kota Palembang tahun 2004, Sulsel meraih peringkat 10.

    Di hadapan pelatih, asisten pelatih dan mekanik, Ellong berharap kontingen Sulsel berjuang maksimal demi target peringkat 10. Menurut mantan Dirut Bank Sulselbar ini, pada PON Papua, arenanya akan berbeda dengan PON sebelumnya. Atlet Sulsel tak hanya berhadapan dengan sesama atlet dari daerah lain, namun juga akan melawan penyakit malarian, Covid-19 dan kelompok bersenjata yang bisa mengancam nyawa atlet itu sendiri.

    "ini PON prestasi tapi ngeri-ngeri sedap, jika melihat kondisi terkini Papua yang agak mengkhawatirkan. Tapi saya optimis dengan jaminan keamanan dari Pemerintah Provinsi Papua dan aparat TNI-Polri yang akan mengawal jalannya PON tanpa gangguan." katanya.

    Pelatihan peningkatan kapasitas ini dikhususkan bagi pelatih, asisten pelatihan dan mekanik yang terdaftar dan terlibat dalam PON XX Papua, terdiri dari 47 pelatih, tujuh asisten pelatih dan 9 orang mekanik.

    Kegiatan yang dihelat di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang masih mengancam ini tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan pengukuran suhu tubuh, memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.

    Dalam pelatihan ini, KONI Sulsel tak hanya menghadirkan narasumber dari Bimbingan dan Prestasi KONI Sulsel, yakni Prof Andi Ihsan dan Syamsuddin Umar, namun 2 narasumber utama dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Robby Sudrajat dan Luky Affari yang merupakan narasumber latihan berat baik secara teori maupun praktek. Pelatihan peningkatan kapasitas ini akan berlangsung selama 2 hari, hingga Selasa besok.

    Tidak ada komentar

    iklan

    TesTer